السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Iman yang sempurna bukan semata-mata keyakinan kepada Allah SWT dan bagaimana membina hubungan dengan-Nya (hablun minallah), tetapi berkaitan juga dengan hubungan sesama manusia (hablun minannas).
Rasulullah SAW bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang mempunyai akhlak mulia, orang-orang yang terpilih antara kamu ialah mereka yang baik pergaulan serta hubungannya dengan isteri-isteri mereka.” (Hadis Riwayat At – Tirmidzi)
.
Ciri-ciri Kesempurnaan Iman
- Ikhlas dalam segala amal perbuatan,
- Sentiasa bersyukur apabila mendapat nikmat,
- Tawakal apabila mempunyai rancangan,
- Berlakulah adil dalam segala urusan,
- Hargai masa, disiplin waktu dan manfaatkan waktu,
- Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyuk,
- Membiasa melakukan solat malam,
- Perbanyakkan zikir dan doa kepada Allah SWT,
- Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah,
- Tutup aurat sesuai dengan syariat Islam,
- Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid dan surau),
- Lakukan solat fardhu di awal waktu dan berjamaah di masjid,
- Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar,
- Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah berkemampuan,
- Lakukan puasa wajib dan puasa sunat,
- Berlatihlah untuk banyak berfikir,
- Berkatalah apabila perlu sahaja,
- Jangan sombong, takabur dan besar kepala,
- Jauhkan diri dari penyakit-penyakit batin,
- Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita,
- Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan,
- Selalu ingat mati dan sedar bahawa kehidupan di dunia adalah sementara,
- Jauhkan diri dari perbuatan tidak bermanfaat seperti bercakap-cakap yang sia-sia,
- Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan,
- Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian,
- Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan,
- Jangan menangguhkan pelaksanaan tugas dan kewajiban,
- Bersatulah kerana Allah dan berpisahlah kerana Allah SWT,
- Jangan terlampau mudah berjanji,
- Tunaikan janji apabila telah berjanji dan mintalah maaf apabila tidak dapat dipenuhi kerana sesuatu sebab,
- Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar,
- Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil,
- Jangan marah berlebih-lebihan,
- Jangan terlalu menghendaki akan sesuatu kedudukan,
- Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
- Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri,
- Jangan berjaya di atas penderitaan orang dan kaya dengan memiskinkan orang lain.
- Jangan sombong kalau memperoleh kejayaan,
- Jangan campuri harta dengan harta yang haram,
- Jangan terlampau takut pada kemiskinan,
- Jangan tamak kepada harta,
- Jangan terlalu banyak hutang,
- Jangan hancur kerana kezaliman,
- Jangan goyah kerana tuduhan fitnah,
- Sabar apabila menghadapi kesukaran
- Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan,
- Jangan putus asa dalam menghadapi kesukaran,
- Jangan membiarkan hati hanyut dalam kesedihan,
- Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan,
- Hormatilah kepada setiap makhluk Allah SWT,
- Hormati orang lain yang lebih tua dari kita,
- Hormatilah kepada guru dan ulama,
- Bergaullah dengan orang-orang soleh,
- Perbanyak dan luaskan silaturrahim,
- Sentiasa berselawat kepada nabi,
- Cintai keluarga Nabi SAW,
- Jangan sakiti ayah dan ibu,
- Jangan sakiti anak yatim,
- Sayangi dan bersopan terhadap fakir miskin,
- Jangan mengusir orang yang meminta-minta,
- Ringankan beban orang yang mendapat kesusahan,
- Beristeri/bersuami kalau sudah bersedia segala-galanya,
- Sediakan waktu untuk bersantai dengan keluarga,
- Jangan percaya kepada ramalan manusia,
- Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran,
- Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur,
- Bersihkan rumah dari patung-patung berhala,
- Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab,
- Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah,
- Jangan terlampau takut kepada manusia,
- Jangan membiasakan berkata dusta,
- Jangan melukai hati orang lain,
- Jangan membuka aib orang lain,
- Hargai kejayaan dan pemberian orang,
- Jangan irihati dengan kekayaan orang,
- Jangan hasad dan dengki atas kejayaan orang,
- Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara,
- Jangan habiskan masa untuk hiburan dan kesenangan,
- Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara,
- Lihatlah orang yang lebih miskin dan juga orang yang lebih berjaya dari kita,
- Jangan sedih kerana miskin dan jangan sombong kerana kaya,
- Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan,
- Kenali kekurangan diri dan kenali juga kelebihan orang lain,
- Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana,
- Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana,
- Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa yang nagetif,
- Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan jasmani atau fikiran terganggu,
- Sediakan waktu untuk bersukan yang sesuai dengan syariat dan kemamapuan diri,
- Jangan cepat percaya kepada berita buruk yang melibatkan teman kita sebelum dipastikan kebenarannya,
- Berwaspadalah akan setiap ujian, cubaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan,
- Yakinlah bahawa setiap kebajikan akan membawa kebaikan dan setiap kejahatan akan merosakan,
- Jangan benci kepada orang yang membenci kita,
- Jangan bermusuh, kecuali dengan iblis, syaitan dan kuncu-kuncunya,
- Jangan berdendam dan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi,
- Jangan membenci seseorang kerana fahaman dan pendiriannya,
- Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina,
- Berkawanlah dengan setiap orang, walaupun dengan yang tidak menyenangkan,
- Sambutlah huluran tangan setiap orang (pastikan aurat) dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan,
- Berusahalah untuk melupakan kesalahan orang dan berusahalah untuk melupakan jasa kita.
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari Anas r.a. bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda; “Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalangan kamu, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.
.
Kesalahan dalam memahami hakikat kesempurnaan iman boleh mengakibatkan seseorang terperosok dalam pemikiran ‘takfir’ (mengkafirkan orang lain).
Semoga kita mempunyai 99 ciri-ciri tersebut......InsyaAllah....

No comments:
Post a Comment